lukas
021 – 9214 8133
0815 9131 735 (Whatsapp)
Datang, lihat dan test langsung barangnya, bayar, bawa pulang.
Jl. Tangki No.6 TamanSari Jak-Bar 11170
( Mangga besar 5 deket sekolah kalam kudus )
lukas
021 – 9214 8133
0815 9131 735 (Whatsapp)
Datang, lihat dan test langsung barangnya, bayar, bawa pulang.
Jl. Tangki No.6 TamanSari Jak-Bar 11170
( Mangga besar 5 deket sekolah kalam kudus )
Baju Family – Desember 2012
Ukuran Papa – Mama: S (57cm x 41cm) / M (64cm x 43cm) / ML (66cm x 45cm) / L (69cm x 51cm) / XL (72cm x 55cm) / XXL (76cm x 55cm).
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Warna: Putih, Hijau Pucuk, Hijau Stabilo, Biru Turkis Muda, Kuning, Pink, Abu-abu misty, Cream, Ungu muda, Abu-abu muda, Hitam, Merah, Biru Tosca.
Ukuran Anak: S (26cm x 38cm) / M (32cm x 45cm) / L (37cm x 52cm).
Warna: Putih, Hijau Pucuk, Hijau Stabilo, Biru Turkis Muda, K
uning, Pink, Abu-abu misty, Ungu muda, Hitam, Merah, Biru Tosca.
Harga Rp.162rb/Set.
Kaos Warna, Harga + 4rb/Pcs.
Kaos Lengan Panjang, Harga + 10rb/Pcs.
HP: 0815 9131 735
Whatsapp: 0815 9131 735
Telp: 021 – 9214 8133
Fax: 021 – 628 7949
E-mail: lukas648272@yahoo.com
YM: lukasjkt
www.tokosmc.com @2012
Stabilizer MATSUMOTO 3000N
Harga Promo Rp.800.000,-
(hingga 31 Desember 2012)





lukas
021 – 9214 8133
0815 9131 735
Di rumah saya, kelurahan tangki, kecamatan taman sari, jakarta barat 11170, tegangan listrik (voltase) yang sangat tidak stabil sekali, sering turun.
Lalu saya telp PLN 123.
Jumat, 30 Maret 2012, pukul 18:10 dilakukan pengecekkan oleh petugas PLN, ternyata tegangan listrik (voltase) hanya 184 volt, yang seharusnya 220 volt.
Setiap hari, pagi tegangan listrik (voltase) turun, siang stabil, sore mulai jam 16:30 tegangan listrik (voltase) mulai turun lagi, puncaknya pada jam 19:00 hingga 23:00 bahkan hingga subuh (saya rasakan ketika nonton piala eropa 2012).
Senin, 2 April 2012, saya membuat surat (foto terlampir). Sabtu, 21 April 2012, surat telah distempel dan ditanda tangani oleh Rt dan Rw setempat.
Lalu saya serahkan ke PLN Gunung Sahari (dekat POM bensin).
Hingga sekarang 30/06/2012 saya tidak mendapat jawaban apa pun dari pihak PLN, maka itu saya posting di blog.
Semoga setelah saya posting di blog, saya mendapat jawaban yang memuaskan dari pihak PLN.
salam,
lukas
08159131735
Taman Impian Ancol Beli 1 GRATIS 1
Nikmati Beli 1 GRATIS 1 tiket Dufan, Ocean Dream Samudera dan Atlantis khusus bagi anda pemegang Kartu Kredit dan Debit Mandiri. Dapatkan juga diskon 15% dari Kartu Kredit dan Debit Mandiri untuk Putri Duyung Cottage dan diskon 10% di restaurant Segarra, Jimbaran, Seaside Suki, Backstage, Dermaga One, Warung Ma’Kita dan Kopi Duk.
Periode Promo Beli 1 Gratis 1 :
* 18 Juli-27 Agustus 2011
* 12-30 September 2011
Periode Promo diskon 15% dan 10% :
* sd.31 Juli 2012.
- syarat dan ketentuan berlaku
Jual pulsa transfer all operator harga ekstra murah gan
________________________________________
HALO GAN
LANGSUNG AJA
GW MAU JUAL PULSA TRANSFER ALL OPERATOR
HARGA BERSAING GAN
NIH DAFTAR HARGANYA
TELKOMSEL
PULSA 100RIBU(HARGA 85RIBU)
PULSA 150RIBU(HARGA 120RIBU
PULSA 200RIBU(HARGA 160RIBU)
INDOSAT
PULSA 100RIBU(HARGA 75RIBU)
PULSA 150RIBU(HARGA 110RIBU)
PULSA 200RIBU(HARGA 150RIBU)
XL
PULSA 100RIBU(HARGA 75RIBU)
PULSA 200RIBU(HARGA 140RIBU)
FLEXI
PULSA 100RIBU(HARGA 70RIBU)
ESIA
PULSA 100RIBU(HARGA 70RIBU)
AXIS
PULSA 100RIBU(HARGA 76RIBU)
SMART
PULSA 100RIBU(HARGA 60RIBU)
FREN
PULSA 100RIBU(HARGA 68RIBU)
GW JUGA READY VOUCHER INTERNET UNTUK IM2 GAN
VOUCHER IM2 100RIBU HARGA 85RIBU
VOUCHER IM2 150RIBU HARGA 115RIBU
VOUCHER IM2 200RIBU HARGA 155RIBU
HARGA DI ATAS NEGO GAN(BERUBAH SEWAKTU2 TERGANTUNG STOK)
WELCOME RESELLER DENGAN HARGA SPESIAL
MINAT LANGSUNG AJA HUB 085730512539 / 081515945197 / 085815812692
SMS/TLP
ATAU YM whatbuku@ymail.com
PROSES DAN RESPON CEPAT.AMAN GAN
DI TUNGGU ORDERANYA THANKS
No. Rek: Malang – jawa timur
Mandiri: 1410006724108 RITA FATMA YULIARSIH
Mega: 021010020040403 lutfy
permata: 4102795410 Andhika lutfy rachma
rek bii: 1186601037 Andhika lutfy rachma
bca: 4100165011 rita fatma yuliarsih
TNI Tembak Mati 4 Perompak Somalia
JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksma Iskandar Sitompul membenarkan informasi yang menyebutkan bahwa personel TNI menembak empat orang perompak Somalia ketika hendak membebaskan 20 anak buah kapal MV Sinar Kudus.
“Betul, (TNI menembak) 4 orang. Meninggal,” kata Laksma Iskandar, Senin (2/5/2011).
Namun, Iskandar enggan merinci kronologis penembakan tersebut. Iskandar mengatakan, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono akan memberikan keterangan secara rinci terkait upaya penyelamatan tersebut.
MV Sinar Kudus dibebaskan perompak Somalia setelah uang tebusan senilai lebih dari Rp 40 miliar dibayarkan. TNI mengirim pasukan ke peairan Somalia sejak 23 Maret untuk melakukan pengintaian terhadap Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak sejak 16 Maret.
Iskandar di Jakarta, Minggu (1/5/2011), mengungkapkan, TNI mengirim tiga kapal perang, satu pesawat, satu helikopter dan 800 personel TNI. “Meski akhirnya serbuan militer dibatalkan, KRI dan satuan udara terus membayangi MV Sinar Kudus dan mengumpulkan data tentang bajak laut,” kata dia.
Keputusan mengirim 800-an personel militer diambil setelah Presiden RI memimpin rapat kabinet terbatas pada 18 Maret 2011. Ditetapkanlah satuan tugas (satgas) dengan sandi Duta Samudra I/2011.
Nih, Skema Mobil Murah dari Pemerintah
JAKARTA, KOMPAS.com — Ambisi Pemerintah Indonesia menelurkan program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car) tampaknya agak tersendat. Pasalnya, regulasi yang tengah disusun sampai kini belum juga dikeluarkan, membuat sejumlah agen tunggal pemegang merek (ATPM) terus menunggu. Bahkan, target penerbitan aturan main terus molor dari target yang semula ditetapkan.
Nah, daripada menduga-duga kapan regulasi itu keluar, lebih baik menginformasikan bocoran-bocoran baru yang didengar Kompas.com langsung dari pejabat terkait. Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, mengatakan akan ada dua model yang lahir dari peraturan tersebut. “Intinya kami ingin menciptakan mobil produksi dalam negeri dengan kandungan lokal minimal 80 persen. Merek boleh apa saja, yang penting Indonesia jadi basis produksi,” kata Budi kepada Kompas.com, belum lama ini.
1.000 cc dan 1.200 cc
Mobil pertama dibatasi kapasitas mesinnya 1.000 cc ke bawah dengan konsumsi bahan bakar minimal 1 liter per 25 km. Kemudian, harga jualnya di bawah Rp 80 juta-Rp 90 juta per unit. Target konsumen adalah pengguna sepeda motor yang ingin beralih menggunakan mobil.
Tak cuma itu, kendaraan ini dijanjikan mendapatkan insentif fiskal berupa pemotongan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) menjadi 5 persen dari sebelumnya 10 persen. Syaratnya, setiap merek harus memproduksi mobil di dalam negeri dan memenuhi minimal kandungan lokal (Indonesia) 80 persen secara bertahap dalam tiga tahun.
Mobil kedua dengan mesin berkapasitas maksimal 1.200 cc dan konsumsi minimal 1 liter per 21-22 km. Untuk jenis ini, pemerintah sedikit lebih longgar dan memperbolehkan setiap merek merakit mobilnya di Indonesia (completely knocked down). Kandungan lokal juga tak dibatasi, yang penting mencakup minimum 40 persen konten ASEAN.
Pemerintah juga menyiapkan insentif fiskal serupa, pemotongan PPNBM 2,5 persen menjadi 7,5 persen dari sebelumnya 10 persen. Produk ini menjadi semacam kompensasi yang dikeluarkan pemerintah karena banyak merek global yang tengah mengembangkan mesin 1.200 cc, seperti Nissan, Honda, Toyota, dan Suzuki.
100.000 Unit
Untuk kedua jenis mobil yang menjadi konsep low cost and green car di atas, pemerintah mewajibkan setiap merek melakukan investasi mendirikan pabrik baru berkapasitas maksimum (terpasang) 100.000 unit per tahun. Berbeda dengan Thailand dengan Eco Car-nya yang mewajibkan setiap merek memproduksi mobil 100.000 unit per tahun.
Syarat ini mutlak dipenuhi setiap merek untuk mendapatkan insentif yang dijanjikan. Selain itu, pemerintah juga dikabarkan bekerja sama dengan eksekutif di daerah untuk menambah bentuk insentif terkait langsung dengan pembebanan pajak daerah: Pajak Bea Balik Nama dan Pajak Progresif.
Meski masih sekadar bocoran, info ini mudah-mudahan bisa berguna bagi pemangku keputusan, khususnya petinggi-petinggi otomotif di Indonesia.
MENGAPA BANYAK MOBIL SERUPA DI JALAN?
Pada suatu waktu, salah seorang petinggi perusahaan pembuat mobil asal Jepang, yang baru saja memulai tugasnya di Jakarta, bertanya, mengapa di negara ini banyak sekali mobil serupa yang lalu lalang di jalan raya? Beberapa wartawan yang diajaknya berbincang-bincang tidak dapat menjawabnya.
Dua setengah tahun sesudahnya, saat ia mengakhiri tugasnya di Jakarta, kepada wartawan yang sama ia mengatakan, ”Saya rasa, saya tahu jawabannya.” Menurut dia, di banyak negara orang memilih mobil yang akan dibelinya sesuai dengan kebutuhan dirinya. Namun, di Indonesia, sebagian besar orang memilih mobil yang akan dibelinya berdasarkan mobil yang dimiliki tetangga, keluarga, atau bahkan rekan kerjanya.
Masih menurut dia, itu yang menjelaskan mengapa kita melihat banyak sekali mobil serupa yang lalu lalang di jalan, di kompleks perumahan, serta diparkir di areal parkir di perkantoran, di mal, atau di pusat perbelanjaan.
Mengapa keadaannya seperti itu? Alasannya bisa sangat beragam, mulai dari malas berpikir mengenai mobil apa yang sesuai dengan kebutuhannya, sampai sikap tidak mau kalah dengan tetangga, keluarga, atau rekan kerjanya.
Bagi yang malas berpikir, akan memilih untuk bertanya-tanya kepada tetangga, keluarga, atau rekan kerja tentang mobil yang mereka miliki. Pertanyaannya pun sederhana saja. Bagaimana mobil itu, enak, bagus, irit, atau boros konsumsi bensinnya? Mereka terlalu malas untuk mendatangi show room serta mengecek atau membaca sendiri keunggulan mobil tersebut melalui brosur yang tersedia.
Membaca brosur atau membaca buku panduan adalah hal terakhir yang akan dilakukan oleh konsumen di Indonesia. Bukan hanya untuk urusan mobil, melainkan juga untuk urusan yang lebih sederhana, seperti telepon genggam (handphone) dan kamera digital. Orang lebih senang bertanya kepada teman yang memiliki telepon genggam atau kamera digital yang serupa daripada membaca buku panduannya.
Adapun bagi yang tidak mau kalah, hanya akan membeli mobil yang serupa dengan yang dimiliki tetangga atau rekan kerjanya. Merek atau model tidak penting bagi mereka.
Itu pula yang menjelaskan mengapa model mobil pertama yang dipasarkan pada suatu segmen tertentu, dan penjualannya melambung, dapat dipastikan bahwa mobil itu akan terus mendominasi segmen tersebut. Mobil-mobil lain yang menyusul masuk ke segmen tersebut hanya akan menjadi pelengkap, hanya menjadi yang kedua dan ketiga. Pengalaman menunjukkan bahwa untuk menjadi yang pertama itu hampir tidak mungkin. Simak saja Mitsubishi Colt T120, Suzuki APV, Toyota Kijang (sebelum Innova), Toyota Avanza, Honda Jazz, Honda CR-V (untuk menyebut beberapa), yang selama beberapa tahun berturut-turut terus mendominasi segmennya.
Mobil kota
Kebiasaan sebagian besar orang di Indonesia dalam membeli mobil itulah yang menjelaskan mengapa ada banyak sekali orang yang membeli mobil yang tidak sesuai dengan kebutuhannya, misalnya seseorang membeli sebuah mobil yang dapat memuat tujuh orang, padahal setiap hari ia menggunakannya seorang diri. Atau ia membeli mobil yang panjangnya melebihi panjang car port di rumahnya sehingga ia harus memodifikasi pintu pagarnya agar pintu pagar dapat ditutup dan dikunci.
Padahal secara teoretis, seharusnya seseorang yang sehari-hari menggunakan mobilnya seorang diri dan tinggal di sebuah rumah mungil yang hanya mempunyai car port, maka mobil yang cocok baginya adalah sebuah mobil kota (city car) yang mungil. Jika ia memerlukan mobil yang lebih besar yang dapat memuat tujuh orang atau lebih untuk digunakan mudik pada saat Lebaran, atau untuk berlibur, maka ia dapat menyewanya.
Apalagi akhir-akhir ini rentang kapasitas mesin mobil kota yang mungil cukup lebar, mulai dari 800 cc, 1.000 cc, 1.100 cc, hingga 1.200 cc. Dari Chery QQ, Chevrolet Spark, Hyundai i10, Suzuki Karimun Estilo, hingga dua yang terbaru: Suzuki Splash dan Nissan March.
Dari konsumsi bahan bakarnya, jelas memelihara mobil kota jauh lebih murah daripada memelihara mobil yang dapat memuat tujuh orang. Dan, di saat pemerintah berniat melakukan pembatasan BBM bersubsidi, konsumsi bahan bakar menjadi persoalan yang besar.
Memang akhir-akhir ini jumlah pengguna mobil-mobil kota sudah semakin banyak, tetapi sayangnya sebagian besar orang Indonesia masih memilih mobil dengan cara yang lama, yakni melihat mobil yang dimiliki tetangga, keluarga, atau bahkan rekan kerjanya.